Selasa, 18 Oktober 2016

BERITA + DATA = KAYA

BERITA + DATA = KAYA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

01 Pebruari 2007 – 07:55 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 0 / 0 votes) Serial News for Wealth

Dalam jurnalistik ada satu (dari sekian banyak) kriteria untuk menentukan apakah satu peristiwa layak berita atau tidak. Kriteria itu adalah besarnya dampak atau magnitude dari berita itu. Semakin berita memiliki dampak besar, semakin besar pula nilai berita itu. Maka berita Tsunami di Aceh di penghujung tahun 1994 atau gempa bumi di Yogyakarta dan Klaten tahun 2006 masuk kategori berita besar, karena besarnya dampak yang ditimbulkannya.

Dalam diskusi kita mengenai dampak ekonomi dari satu berita berikut apa hubungannya dengan kita, tidak bisa lain kita harus juga berpikir mengenai magnitude. Lebih spesifik lagi, pertanyaan yang pantas kita majukan adalah, apa dampak dari satu peristiwa terhadap ekonomi. Mau lebih spesifik lagi? Mari kita bertanya, apa dampak dari satu peristiwa terhadap pasar. Hanya dengan mengetahui dampak dari satu peristiwa terhadap pasar kita bisa mengambil manfaat dari peristiwa itu.

Penawaran dan Permintaan Dalam bahasa teknis, berbicara mengenai pa
... baca selengkapnya di BERITA + DATA = KAYA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 02 Oktober 2016

Pemimpin dan (Pre)seden

Pemimpin dan (Pre)seden Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

By Edy Suhardonoª

Tiba-tiba saya teringat wajah Pak Herry, guru yang mengajar Ilmu Fisika dan Ilmu Ukur sewaktu saya di kelas tiga SMP dulu.

Segelas Kebijaksanaan

Begitu duduk di kursi, Pak Herry mengeluarkan tujuh gelas kosong dari kantong dan meletakkan sebuah kendi tanah liat berisi air yang ditentengnya. Kemudian, ia menuangkan air kendi ke dalam salah satu gelas. Seraya mengangkat gelas yang hampir penuh terisi air itu, ia bertanya kepada seluruh siswa, “Perhatikan, berapa kira-kira berat gelas berisi air ini?”

Sebagian dari kami, para siswa, menjawab “lima puluh gram”; sebagian lagi menjawab “seratus gram”; dan sebagian sisanya menjawab “seratus dua puluh lima gram”.

“Saya sendiri sama sekali tidak yakin berapa beratnya, kecuali saya menimbangnya,” kata Pak Herry. “Benar juga dia,” kataku dalam hati. “Nah, lantas apa yang bakal terjadi jika saya memegangnya terus seperti ini selama beberapa menit?” Beberapa detik tak ada jawaban.

“Tak terjadi apa-ap
... baca selengkapnya di Pemimpin dan (Pre)seden Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 28 September 2016

Wiro Sableng #120 : Kembali Ke Tanah Jawa

Wiro Sableng #120 : Kembali Ke Tanah Jawa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : KEMBALI KE TANAH JAWABAB I

Malam gelap gulita. Tak nampak rembulan tak kelihatan kelipan bintang. Udara dingin menusuk tulang sampai ke sumsum. Hembusan angin laksana menyayat kulit. Suasana sunyi di kawasan bukit-bukit karang sesekali dipecah oleh suara deburan ombak yang datang dari arah Teluk Penanjung – Pangandaran, menghantam kaki bukit karang. Di arah timur, dua bukit karang menjulang tinggi menghitam. Di antara dua batu karang ini terbentang satu jurang dalam gelap gulita. Sesekali terdengar suara aneh seperti ngiang tiupan seruling. Itulah suara angin yang terpesat berputar masuk ke dalam jurang, tenggelam lalu menebar di dasarnya tak mampu bergerak naik kembali.

Di salah satu sisi barat jurang pada kedalaman hanya sekitar dua puluh kaki terdapat bagian dinding jurang mencekung ke dalam membentuk goa seluas hampir 20 kaki persegi. Dari atas jurang goa besar ini tidak kelihatan karena tertutup tubir batu dan semak belukar rimbun. Di pertengahan goa, tenggelam dalam kegelapan ada sebentuk batu berlumut se
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #120 : Kembali Ke Tanah Jawa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 13 September 2016

Bintang Lapangan

Bintang Lapangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Awas.. si buntung mau lewat, beri dia jalan teman teman” teriak seorang anak
“Hahaha… dasar buntung” lanjutnya sambil tertawa
Tak bosan bosannya mereka mengejekku, aku memang sudah terbiasa dengan ejekannya. Tapi… kadang aku merasa merasa menyesal di lahirkan dengan keadaan cacat begini. Aku iri dengan mereka yang terlahir dengan kesempurnaan. Mereka bisa berlari kesana kemari sepuasnya, tapi aku? berjalan saja lambat seperti seekor siput.

Namaku Amir, umurku 15 tahun. Aku duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama. Bapak dan Ibuku adalah seorang petani, kehidupan kami bergantung pada lahan itu. Aku sangat ingin kaki palsu… tapi penghasilan orangtuaku yang pas pasan hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari, mana bisa beli kaki palsu? aku harus mememdan mimipiku dalam dalam.

Banyak anak anak di sekolah menjauhiku, alasanya mereka malu berteman denganku. Tapi Lili dan Wandi berbeda, mereka mau menjadi temanku. Dengan di bantu tongkat kayu aku berjalan menuju kelas, “Amir… amir tunggu” sebuah suara yang tak asing lagi, ya Lili memanggilku. Dengan napas terpenggal penggal, Lili berusaha untuk bicara.
“Kenapa berlari seperti itu?” tanyaku penasaran
“Ah ngga penting, i
... baca selengkapnya di Bintang Lapangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 27 Agustus 2016

Wiro Sableng #60 : Serikat Candu Iblis

Wiro Sableng #60 : Serikat Candu Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

MUSIM panas sekali ini memang gila. Delapan purnama telah berlalu tanpa sekali pun turun hujan. Sungai mengering, danau berubah menjadi lembah tandus.

Pepohonan banyak yang hanya tinggal ranting-ranting meranggas. Sawah sudah sejak lama menjadi pendataran liar yang terdiri dari bongkah-bongkah tanah kering kerontang dan alang-alang.

Di bawah teriknya sinar matahari yang seperti membakar bumi menghanguskan jagat, di sebelah selatan Gunung Karangpandan, di tepi sebuah rimba belantara kelihatan satu pemandangan yang bisa dikatakan luar biasa.

Delapan orang lelaki bertelanjang dada, rata-rata bertubuh tinggi besar dan kokoh, setengah berlari tampak mengusung sebuah tandu. Empat di depan, empat di belakang. Di bagian tengah tandu ada sebuah tempat duduk kayu yang diberi beratap dan dinding serta pintu, semuanya terbuat dari kayu jati hitam.

Karena kayu jatinya merupakan
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #60 : Serikat Candu Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 16 Agustus 2016

PAY IT FORWARD

PAY IT FORWARD Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

02 Desember 2006 – 07:32   (Diposting oleh: Editor)

“To give pleasure to a single heart by a single act is better than a thousand heads bowing in prayer. – Memberi kebahagiaan kepada sebuah hati dengan suatu tindakan nyata yang sederhana adalah lebih baik dibandingkan ribuan kepala yang bersujud dalam do’a.” ~ Mahatma Gandhi

Pay It Forward adalah sebuah judul film drama Hollywood yang diproduksi pada tahun 2000. Film yang disutradarai oleh Mimi Leder itu mengisahkan tentang sebuah ide sederhana dari seorang anak kecil berusia 11 tahun, Trevor Mckinney, yang dibintangi oleh Haley Joel Osment. Trevor Mckinney hidup bersama ibunya, Arlene, yang diperankan oleh aktris Helen Hunt. Dikisahkan bahwa ibu Mckinney adalah seorang pemabuk, sedangkan ayahnya jarang berada di rumah.

Kisah film tersebut berawal pada saat seorang guru ilmu sosial di sekolah Mckinney memberikan sebuah tugas. Sang guru, Mr. Simonet, yang diperankan oleh Kevin Spcey, meminta para murid memikirkan sebuah ide yan
... baca selengkapnya di PAY IT FORWARD Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 14 Agustus 2016

Bintang Benderang

Bintang Benderang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku siswa kelas 3 SMA yang sedang mempersiapkan diri mengikuti ujian di PTN untuk mencari fakultas kedokteran. Orang lain biasa memanggilku Ida. Hari aku sedang mencari buku-buku kedokteran di perpustakaan daerah. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara hp ku. Aku segera keluar untuk menjawab telpon dari ibuku.
“Ida jangan lupa hari ini kita akan menjenguk Arya,” kata ibuku mengingatkan.
“Iya Biang, sebentar lagi Ida mau pulang.”

Aku kembali ke dalam perpustakaan setelah telponnya diputus. Aku memilih duduk di bangku dekat jendela. Aku ingin membaca sedikit buku-buku yang telah ku kumpulkan. Tapi rasanya pikiranku tak tertuju ke buku-buku itu. Mataku melayang keluar jendela. Ku perhatikan hari ini langit begitu cerah.
“Hem, ternyata hari ini genap 5 tahun ia pergi,” kataku dalam hati.

Aku mengurungkan niatku untuk membaca. Aku bergegas pulang, namun sebelum sampai rumah aku ke toko bunga. Menjenguk seseorang akan sangat cocok kalau dibawakan bunga. Aku memilih bunga mawar kuning. Kata orang ini melambangkan persahabatan. Sesampainya di rumah ternyata Ayah dan ibuku sudah menunggu.
“Ida, kamu akan ke rumah sakit sekarang atau nanti?” tanya ayahku.
“Nanti malam saja Aji.”
“Kalau nanti malam, Aji sama Bia
... baca selengkapnya di Bintang Benderang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu